Kebun kurma di kawasan Geopark Ciletuh, tepatnya di Sukabumi, Jawa Barat, kini berkembang sebagai kebun induk yang diproyeksikan menjadi acuan budidaya kurma di Indonesia. Kebun yang telah berproduksi hampir lima tahun ini memiliki luas sekitar tujuh hektare dengan total 462 pohon kurma, terdiri dari sekitar 40 pohon jantan jenis Ganami date palm dan lebih dari 400 pohon betina jenis Barhi date palm sebagai penghasil utama buah.
Pengelola Alwi Rahmatullaj menyebutkan bahwa kebun ini dirancang tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai percontohan budidaya kurma nasional. Fokus utama diarahkan pada peningkatan produktivitas serta kualitas buah agar mampu bersaing di pasar lokal maupun luar negeri. Dengan sistem penanaman dan perawatan yang terencana, kebun ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan kebun kurma di berbagai wilayah Indonesia.
Selain produksi, kebun kurma Ciletuh juga dikembangkan sebagai destinasi agrowisata edukatif. Berada di kawasan wisata, pengunjung dapat merasakan pengalaman memetik kurma langsung dari pohonnya saat musim panen, kemudian menimbang dan membeli hasil petikan tersebut. Konsep ini menarik minat wisatawan dari dalam maupun luar daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Konten ini disarikan dari sumber primer RadioQu Kuningan dan telah melalui proses kurasi teknis serta peninjauan nilai oleh Tim Redaksi Al-Bahjah untuk memastikan kemurnian pesan dakwah.
Informasi: Artikel ini dikembangkan dengan bantuan AI Al-Bahjah Nexus untuk optimasi struktur teks dan keterbacaan, namun esensi ilmu tetap merujuk sepenuhnya pada dokumentasi resmi LPD Al-Bahjah.
Jaminan Autentisitas
Verifikasi Khidmat Al-Bahjah