Deprecated: mb_convert_encoding(): Handling HTML entities via mbstring is deprecated; use htmlspecialchars, htmlentities, or mb_encode_numericentity/mb_decode_numericentity instead in /home/u944871653/domains/albahjah.org/public_html/app/Controllers/PostController.php on line 110
Main Medsos ketika Puasa, Apakah Pahalanya Bisa Berkurang?
Al-Quran Arsip Dakwah Ekonomi Umat Forum Diskusi
Masuk / Daftar

Main Medsos ketika Puasa, Apakah Pahalanya Bisa Berkurang?

B
Penulis Blog Arsip - Pustaka
Terbit
Estimasi 0 Menit Baca

Di bulan Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk lebih maksimal dan fokus beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Lalu muncul pertanyaan, apakah aktivitas duniawi seperti bermain media sosial dapat mengurangi pahala ibadah? Selama bermain medsos tersebut tidak melalaikan dari kewajiban dan tidak mengandung unsur haram, maka pada dasarnya diperbolehkan dan tidak mengurangi pahala puasanya selagi niat atau tujuannya baik. Rasulullah Salallahu ‘Alahi Wassalam bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. Dan setiap orang mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan seseorang yang membuka media sosial dan ditujukan untuk mendapatkan ilmu, motivasi ibadah, atau dakwah, maka itu bisa bernilai pahala. Namun jika isinya maksiat atau membuat lalai dari ibadah wajib, maka bisa mengurangi kualitas pahala, bahkan bisa menjadi dosa. Oleh karena itu, terdapat rambu-rambu dalam menggunakan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Seorang Muslim hendaknya mampu memilih dan memilah konten yang dikonsumsi. Jangan sampai niat awal mencari kebaikan justru berubah menjadi kebiasaan melihat hal-hal yang melalaikan, membuka aurat, atau menghabiskan waktu tanpa manfaat. Karena waktu di bulan Ramadan adalah waktu yang sangat berharga dan setiap detiknya memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah.

Para ulama menjelaskan bahwa sesuatu yang mubah (boleh) bisa berubah hukumnya tergantung dampaknya. Jika media sosial membuat seseorang lalai dari shalat, mengurangi waktu membaca Al-Qur’an, membuat hati jauh dari dzikir, dan bahkan menyengaja membuka pintu maksiat, maka hal tersebut bisa mengurangi kualitas pahala puasa, walaupun puasanya tetap sah selama tidak melakukan hal yang membatalkan puasa secara syariat. Sebaliknya, jika media sosial digunakan untuk mendengar kajian agama, mendapat motivasi ibadah, menguatkan keimanan, maka hal tersebut justru bisa menjadi tambahan pahala, karena termasuk dalam menuntut ilmu dan mengingat Allah.

Pada bulan Ramadan, para ulama menganjurkan konsep tartibul aulawiyat (mendahulukan yang lebih utama), yaitu menjadikan ibadah pokok sebagai prioritas utama. Sedangkan hiburan atau aktivitas tambahan ditempatkan setelah kewajiban dan amalan utama terpenuhi. Cara praktis agar tetap aman menggunakan media sosial di Ramadan antara lain:

  1. Niatkan untuk kebaikan dan ilmu.
  2. Batasi waktu penggunaan.
  3. Langsung skip konten yang tidak bermanfaat.
  4. Follow akun dakwah yang jelas dan terpercaya.
  5. Perbanyak waktu dengan ibadah utama dibanding scrolling.

Kesimpulannya, membuka media sosial tidak otomatis mengurangi pahala puasa. Yang memengaruhi adalah niat, isi konten, serta dampaknya terhadap ibadah kita. Jika digunakan untuk kebaikan, bisa bernilai pahala. Jika digunakan untuk hal yang melalaikan, bisa mengurangi kualitas pahala bahkan bisa menjadi dosa. Ramadan adalah momentum memperbaiki diri, jadikan aktivitas dunia sebagai jalan menuju kebaikan akhirat. Maka bijaklah dalam menggunakan media sosial, ambil manfaatnya, dan tinggalkan yang tidak berguna.

 

Referensi: .

 

 

Artikel

Informasi: Artikel ini dikembangkan dengan bantuan AI Al-Bahjah Nexus untuk optimasi struktur teks dan keterbacaan, namun esensi ilmu tetap merujuk sepenuhnya pada dokumentasi resmi LPD Al-Bahjah.