Akhir-akhir ini telah terjadi berbagai bencana yang terjadi di negeri ini, terutama longsor dan banjir. Menurut berbagai sumber hal tersebut salah satunya disebabkan oleh alih fungsi hutan. Sebagaimana yang kita tahu, hutan sangat berpengaruh terhadap ekosistem yang ada di dalamnya bahkan juga manusia dan tempat tinggalnya. Praktis ketika peran hutan dihilangkan, maka keseimbangan lingkungan akan terganggu dan dampak yang paling mengerikan adalah terjadinya bencana alam.
Pohon-pohon hutan mempunyai akar yang dapat mengikat tanah, air, dan batu. Namun kini berganti dengan tanaman lain yang biodiversitasnya lebih rendah. Jika daerah hutan semakin hari semakin habis dan pohon-pohon digantikan dengan jenis yang lain maka munculnya bencana-bencana yang lebih besar di negeri ini hanya tinggal menunggu waktu.
Sebagai seorang makhluk yang diberi akal pikiran, kita harus menahan hawa nafsu yang ada dalam diri. Alangkah bijaknya jika kita ber-muhasabah atas kesalahan yang kita lakukan. Khawatirlah dengan ibadah yang kita lakukan itu tidak diterima sebab kita tidak mencintai alam yang merupakan ciptaan-Nya. Kondisi sekarang mencerminkan bahwa kita gagal dalam merawat alam. Sebaliknya, alih-alih merawatnya kita justru merusaknya demi keuntungan segelintir semata.
Pemerintah yang memiliki kewenangan besar dalam hal ini harus mengevaluasi ulang setiap program apabila dalam pelaksanaan bertentangan dengan prinsip kelestarian alam. Jangan beri izin bagi program yang secara jelas akan merusak alam dan segala kebijakan harus mutlak berpihak bagi kepentingan alam. Selain itu, penebangan hutan secara liar, baik yang dilakukan secara kelompok maupun perorangan harus ditindak tegas tanpa pandang bulu. Yang tak kalah penting adalah melakukan reboisasi, menanam kembali bibit pohon di hutan-hutan yang sudah gundul. Semoga kita semua menjadi makhluk Tuhan dan warga negara yang memiliki rasa cinta dan sayang terhadap ciptaan-Nya, yaitu alam yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan hajat manusia ini.
Penulis: Ivan Arief Rachman, S.Pd.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan pertama kali tampil pada
Konten ini disarikan dari sumber primer Blog Arsip - Pustaka dan telah melalui proses kurasi teknis serta peninjauan nilai oleh Tim Redaksi Al-Bahjah untuk memastikan kemurnian pesan dakwah.
Informasi: Artikel ini dikembangkan dengan bantuan AI Al-Bahjah Nexus untuk optimasi struktur teks dan keterbacaan, namun esensi ilmu tetap merujuk sepenuhnya pada dokumentasi resmi LPD Al-Bahjah.
Jaminan Autentisitas
Verifikasi Khidmat Al-Bahjah