Pengenalan Gerakan Pangan Murah Padaringan
Warga Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, baru-baru ini menyambut dengan antusias kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Padaringan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan dengan menyediakan aneka sembako dengan harga lebih terjangkau. Kepala Desa Haurkuning, Sartono, mengungkapkan rasa syukur atas dipilihnya desanya sebagai lokasi pasar murah dan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kuningan atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah.
Manfaat dan Dukungan Masyarakat
Menurut Kepala Desa Haurkuning, program pangan murah sangat dinantikan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung isu ketahanan pangan. Pemerintah desa siap mendukung berbagai program pemerintah, termasuk pengembangan ternak kambing, bantuan pupuk, dan bibit kelapa hibrida dari dinas terkait. Hal ini menunjukkan kesadaran dan komitmen masyarakat serta pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan di daerah mereka. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan pemerintah dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan pembangunan.
Pelaksanaan dan Target Gerakan Pangan Murah
Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, menjelaskan bahwa GPM di Haurkuning merupakan hari kedua pelaksanaan selama Ramadan. Tahun ini, pemerintah menargetkan 25 kali kegiatan dan diharapkan meningkat hingga 32 kali agar seluruh kecamatan mendapat giliran. Dalam kegiatan tersebut, disediakan 2 ton beras seharga Rp60.000 per 5 kilogram dan daging sapi Rp120.000 per kilogram, yang lebih murah dari harga pasar. Ini menunjukkan upaya serius pemerintah untuk mengatasi masalah kenaikan harga bahan pokok dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih terjangkau.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah daerah membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang dan selama Ramadan. Ia juga berinteraksi langsung dengan warga serta memberikan bantuan uang belanja kepada sejumlah lansia. Kegiatan GPM Padaringan ini dilaksanakan melalui kerja sama Badan Pangan Nasional, Bulog, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PKK, dan pelaku usaha lokal. Salah satu warga, Siti (50), mengaku terbantu dengan harga yang lebih murah untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan, menunjukkan bahwa program ini telah membuahkan hasil dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Program Gerakan Pangan Murah Padaringan ini merupakan contoh nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi seperti kenaikan harga bahan pokok. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal, program ini tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok tetapi juga membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama. Dalam jangka panjang, diharapkan program seperti ini dapat menjadi model yang efektif untuk mengatasi masalah pangan dan kemiskinan di daerah-daerah lain, serta memperkuat solidaritas dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.